Bengkel belum menerapkan bekerja dari panti dan menyediakan fasilitas kebersihan.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Satuan Tugas Covid-19 khusus penertiban jalan menutup sementara cabang pabrik tirta minum dalam kemasan di tempat Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (7/10).

Kepala Bagian Perekonomian Jakbar, Mohammad Iqbal mengatakan, pabrik tersebut belum menerapkan bekerja dari panti dan menyediakan fasilitas kebersihan bertemu protokol kesehatan (prokes) Covid-19. “Prokes belum dijalankan maksimal, baru meresap saja tidak ada keran air, antrean menumpuk, hand sanitizer , dan cairan awahama belum tersedia, ” ujar Iqbal di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakbar memberi sanksi penyudahan operasional pabrik sementara hingga tiga hari ke depan. Terakhir, bila pelanggaran masih berlanjut, dikenakan sanksi denda progresif antara Rp 50 juta-150 juta hingga pencabutan kerelaan usaha sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 79 tahun 2020.

Sementara Gedung 21 Lantai Hayam Wuruk Plaza pada Tamansari, Jakbar terkena inspeksi mendadak (sidak) tim Satgas Penegakan Covid-19 dari Pemkot Jakbar. Satpol PP memeriksa isi kantor. Beberapa biro ada yang menerapkan bekerja di rumah 100 persen, namun ada juga yang menerapkan bekerja di rumah sebanyak 25-50 persen.

Satpol PP dan Sudin Kesehatan Jaknar mencatat ketertiban di lift gedung tersebut. Lift gedung yang hanya seluas 3×3 meter itu kerap diisi berdesakan oleh karyawan kantor. Hal itu diketahui saat pekerja kantor keluar dari lift untuk bubar.

Selain itu, walaupun lift sudah diberi marka pembatas daya, jumlah marka melebihi kapasitas adat kesehatan. “Karena lift -nya kecil harusnya suntuk empat orang. Tapi ini sampai lima jadi kami minta kapasitas kurangi satu, ” ujar Kepala Satpol PP Jakbar, Tamo Sijabat usai melakukan sidak.