Seorang ibu yang sudah divaksinasi Covid-19 melahirkan bayi dengan antibodi.

REPUBLIKA. CO. ID, NEW YORK — Seorang perempuan asal Florida, Amerika Serikat, melahirkan bayi perempuan yang memiliki antibodi Covid-19. Sang ibu yang berprofesi sebagai petugas medis menerima vaksinasi corona di 36 pekan kehamilan.

Tiga pekan setelah divaksin, dia melahirkan bayi perempuan yang sehat. Dilaporkan Forbes , para peneliti mendapati antibodi Covid-19 di dalam sampel darah tali sentral bayi yang diperiksa sudah persalinan.

Kalangan medis telah mengetahui sebelumnya bahwa vaksinasi influenza, tetanus, difteri, dan pertusis semasa kehamilan bisa memberikan pelestarian bagi bayi yang anyar lahir. Perlindungan serupa diharapkan terjadi untuk Covid-19.

Belum diketahui apakah antibodi Covid-19 yang ditularkan melalui ASI atau selama dalam kandungan akan cukup untuk menyekat infeksi Covid-19 akut dalam bayi setelah lahir. Budak dan anak-anak dianggap lestari perlu mendapat vaksin di kemudian hari.

Pemberian vaksin Covid-19 untuk ibu hamil atau menyusui masih menjadi perdebatan maka saat ini. Pasalnya, efek sampingnya belum dipelajari dalam kelompok tersebut dan itu secara khusus tidak dilibatkan dalam uji coba vaksin.

Meski demikian, CDC, WHO, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), dan Society for Maternal/Fetal Medicine (SMFM) cenderung menganjurkannya. Sejumlah pihak itu mempertimbangkan pentingnya vaksinasi untuk ibu hamil.

Alasan mereka, perempuan hamil yang terinfeksi Covid-19 taraf akut berisiko sangat agung mengalami komplikasi parah, termasuk kematian janin dan kematian ibu. Melakukan pencegahan melalui vaksin menjadi opsi dengan jauh lebih baik.

Data dalam total terbatas yang ada juga cukup menjanjikan. Lebih dibanding 20 perempuan yang terdaftar dalam uji coba vaksin Pfizer/BioNTech dilaporkan hamil selama masa studi, dan tidak ada yang mengalami keguguran atau komplikasi perinatal.

Bayi yang disusui oleh ibu yang sudah divaksin juga mendapat hasil peningkatkan antibodi Covid-19 melalaikan ASI. Kabar baik biar terlihat pada sejumlah rani hamil di New York yang terinfeksi SARS-CoV-2 semasa Maret dan Mei 2020.

Mereka semua melahirkan bayi yang memiliki antibodi Covid-19. Sementara tersebut, kini uji coba menjanjikan vaksin Pfizer/BioNTech sedang dilakukan pada 4. 000 hawa hamil pada usia kehamilan enam hingga delapan bulan, dikutip dari laman Forbes , Senin (22/3).