Berbicara saat wudhu sebaiknya tidak dilakukan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Pertanyaan tersebut mungkin sempat terlintas di benak kita. Sebab tidak dipungkiri ada saja hal dengan membuat seseorang harus berbicara zaman sedang berwudhu, entah karena diajak bicara oleh teman atau lainnya.

Lantas, apakah betul berbicara ketika berwudhu membuat wudhu tersebut tidak sah? Dilansir sebab laman About Agama islam , almarhum Syeikh Atiyyah Saqr yang merupakan mantan ketua Komisi Fatwa Al-Azhar menyampaikan, para ustaz Muslim menyebut meski berbicara tidak membatalkan wudhu, tetapi sebaiknya tidak dilakukan kecuali untuk berzikir ataupun ketika dibutuhkan seperti menanggapi tenteram.

Syeikh Atiyyah, di prinsipnya, berbicara selama wudhu tidak membatalkannya, tetapi itu tidak diinginkan. Seorang Muslim harus berkonsentrasi untuk menyempurnakan wudhu, dan tidak berbahasa kecuali untuk zikir dan kebaikan.

Ulama Muslim mulia, Syeikh Ibrahim Gulhum, Imam pada Kementerian Wakaf Mesir, menambahkan, bersandarkan Fiqh Maliki dan Hanafi, seorang Muslim tidak boleh berbicara selama wudhu kecuali untuk berzikir atau memenuhi kebutuhan. Wudhu adalah sarana sahnya beberapa ibadah seperti sholat.

Jadi, seorang Muslim harus menyibukkan pikirannya untuk bisa memenuhi persyaratan tersebut sehingga bisa mempersiapkan dirinya untuk berdiri pada hadapan Allah dalam kerendahan ganjil dan kesadaran. Karena itu pula, Syeikh Gulhum menyarankan tidak berperan dalam pembicaraan yang tidak bermanfaat selama berwudhu. Sebaliknya, kita kudu fokus berzikir.  

Lalu apa yang harus disebutkan selama dan setelah wudhu? Di konteks ini, Abu Musa Al-Ashari mengatakan, “Saya membawa air ke Rasulullah SAW untuk berwudhu. Kemudian, saya mendengar dia mengucapkan, ‘Ya Allah! Ampunilah dosaku, semoga panti saya luas, dan terimalah perlengkapan saya’. “Saya bertanya kepadanya, ‘Wahai Nabi Allah! Saya mendengar Kamu berdoa kepada Allah mengatakan itu dan itu. Apakah doa ini meninggalkan sesuatu yang baik? ‘”

An-Nasa’i menyatakan hadits tersebut mengenai apa yang diucapkan seseorang setelah wudhu. Sementara Ibn As-Sunni mengatakan hal itu menerjang apa yang diucapkan selama berwudhu.

Imam An-Nawawi mengucapkan, kedua pandangan itu lumayan.   Namun, dalam bukunya yang ternama, Fiqh As-Sunnah , Sheikh Sayyed Sabiq memiliki prinsip yang berlawanan, bahwa diperbolehkan berbicara saat melakukan wudhu sebab tidak ada sunnah yang melarangnya.