Predikat WBK bukti keseriusan Karantina Pertanian Semarang jaga kepercayaan publik

REPUBLIKA. CO. ID, SEMARANG — Menjelang penghujung tahun 2020 tersebut, Karantina Pertanian Semarang mendapat ‘kado’ istimewa atas performa kinerjanya jajarannya. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perkarantinaan dan Keamanan Hayati di bawah Kementerian Pertanian RI ini mengambil predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) tarikh 2020.

Kepastian itu diperoleh setelah pada acara Kritik dan Penghargaan Zona Integritas Menuju WBK/ WBBM Tahun 2020, Karantina Pertanian Semarang bersama dengan lima UPT Karantina Pertanian lainnya  yang mendapatkan predikat WBK. Masing-masing Karantina Belawan, Karantina Soetta, Karantina Surabaya, Karantina Tanjung Priok, dan Karantina Medan. Sementara satu UPT Karantina mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Suci Melayani (WBBM), yakni Karantina Yogyakarta.

“Alhamdulilah, predikat yang diberikan Kementerian PAN-RB ini penting kami syukuri, untuk menutup tahun 2020 ini, ” ungkap Besar Karantina Pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang, dalam keterangan pers kepada Republika, Ahad (27/12).

Menurut Parlin, apa yang telah dicapai oleh karantina Pertanian Semarang tersebut tidak bisa dilepaskan dari pertolongan seluruh pimpinan di kantor sentral dan seluruh jajaran pelaksana dalam unit kerja. Predikat yang diberikan tersebut, menjadi bukti keseriusan Karantina Pertanian Semarang dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik, sebagai sebuah institusi pelayanan.

“Tentunya, ini bakal terus memotifasi jajaran kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik, ” katanya.

Atas nama tersebut, maka delapan UPT di lingkup Kementerian Pertanian telah mendapatkan predikat WBK, di mana tujuh antara lain merupakan UPT Perkarantinaan di Badan karantina Pertanian (Barantan). Pada mana, penilaian tersebut akan dilakukan secara periodik setiap tahun secara terus dilakukan  monitoring dan evaluasi.

“Apabila, ditemukan fakta yang berkelahi dengan predikat WBK/WBBM maka nama ini dapat dicabut dari unit yang bersangkutan, ” tambah Parlin.

Sebelumnya, penghargaan nama WBK/WBBM Kementerian PAN-RB tahun 2020 telah diserahkan oleh Wakil Kepala (Wapres), KH Ma’ruf Amin secara daring, pada Senin (1/12) berantakan.

Wapres menegaskan kejayaan reformasi birokrasi harus didukung sumber daya manusia (SDM) aparatur yang tidak hanya unggul tapi selalu berintegritas. Integritas lembaga maupun amtenar harus ditegakkan sebagai formula buat mencegah terjadinya korupsi yang benar merugikan negara.

“Maka, setiap aparatur sipil negara (ASN) harus memiliki komitmen untuk membuat budaya integritas guna mencegah terjadinya korupsi dan penyalahgunaan wewenang di memberikan pelayanan, ” katanya.

Menanggapi predikat yang diraih sejumlah UPT karantina Pertanian, Kepala Barantan, Ali Jamil menegaskan, dengan integritas yang kuat, ASN akan mampu menghidari ancaman dan lagu dari pihak manapun.

Maka, seluruh jajarannya –yang berkecukupan di pelayanan publik border negeri– berkomitmen untuk meraih predikat Daerah Integritas (ZI) agar dapat menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang merupakan gerbang pokok dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.

Sebab karena itu, ia optimistis kejayaan pembangunan ZI di lingkup Barantan dapat meningkatkan kepercayaan publik di layanan perkarantinaan. “Sehingga perlindungan sumber daya alam dapat terjaga, tersedianya pangan dan pakan yang bugar serta memiliki daya saing pada pasar global, ” tandasnya.