Laga akan berlangsung malam ini 22. 30 WIB.

REPUBLIKA. CO. ID, LONDON — Kemenangan 3-2 arah Watford, akhir pekan lalu, menangkup kiprah Arsenal di pentas Asosiasi Primer Inggris musim ini. Sayangnya, raihan tiga angka di laga itu cukup membawa The Gunners memperbaiki posisi di klasemen simpulan Liga Primer Inggris. Tim asal London Utara finis di status kedelapan sekaligus menjadi posisi akhir terburuk The Gunners di arena Liga Primer Inggris dalam 25 tahun terakhir.

Namun, Meriam London masih memiliki asa untuk bisa menorehkan prestasi dalam musim ini. Pun dengan peluang untuk tampil di kompetisi Eropa, tepatnya di putaran grup Bon Europa, musim depan. Kesempatan itu datang di Stadion Wembley, masa menghadapi Chelsea di partai final Piala FA, Sabtu (1/8) suangi WIB.

Buat The Gunners, Piala FA adalah kompetisi istimewa. The Gunners adalah penguasa turnamen sepak bola tertua dalam dunia tersebut, dengan koleksi 13 raihan trofi. Tidak hanya tersebut, dengan keberhasilan menembus partai final pada musim ini, Arsenal menjadi tim yang paling sering hadir di partai final Piala FA, yaitu sebanyak 21 kali. Apalagi, dalam sembilan kesempatan terakhir tampil di partai final Piala FA, Arsenal mampu keluar sebagai ahli dalam delapan kesempatan.

Chelsea pun menjadi salah satu korban kegemilangan Arsenal dalam delapan kesempatan tersebut, tepatnya saat dibekap 1-2 di partai final Beker FA musim 2016/2017. Laga itu tercatat menjadi pertemuan terakhir kurun kedua tim di pentas Beker FA. Secara khusus, kedua tim telah berhadapan sebanyak 14 kala di pentas Piala FA, termasuk dua kali di partai final.

Dari 14 pertemuan tersebut, Arsenal terbukti masih ulung dengan koleksi sembilan kemenangan, berbanding Chelsea, yang hanya mengemas lima kemenangan. Dengan modal sejarah pertemuan dan tren apik di dunia Piala FA, The Gunners pun siap menjawab tantangan dari The Blues. Tidak hanya itu, Arsenal tengah berada dalam momentum sejati.

Setelah mengalahkan ahli Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool, Arsenal mengempaskan juara bertahan Piala FA, Manchester City, dalam babak semifinal. Meski sempat dikejutkan dengan kekalahan 0-1 dari Aston Villa, tapi Pierre Emerick Aubameyang dan kawan-kawan berhasil kembali ke jalur kemenangan lewat kemenangan pada Watford. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pun menyebut, tidak ada ancang-ancang yang lebih baik sebelum hadir di pentas Piala FA selain kemenangan.

”Sejak beta hadir di sini pada rata-rata Desember lalu, begitu banyak dengan telah terjadi. Namun, kami tak pernah kehilangan kepercayaan dan telah menunjukan perkembangan yang positif di sejumlah aspek permainan. Saya mengalami, kami sudah berada di salur yang tepat. Kini, kami mempunyai kesempatan menutup musim ini dengan raihan apik, yaitu dengan melibas Chelsea, mengangkat trofi Piala FA, dan tampil di Eropa di musim depan, ” tutur Arteta seperti dilansir laman resmi klub, Jumat (31/7).

Sekalipun begitu, di laga kontra Chelsea ini, Arsenal akan kehilangan Shkodran Mustafi, yang mengalami cedera. Mustafi menambah panjang daftar cedera Arsenal, yang sebelumnya diisi oleh Gabriel Martinelli, Bernd Leno, Pablo Yuk, dan Calum Chambers. Namun, cederanya Mustafi ini agaknya tidak bakal berpengaruh banyak pada pilihan pemeran Arteta.

Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan akan pasti menurunkan formasi tiga bek, secara komposisi Kieran Tierney, David Luiz, dan Rob Holding di jantung pertahanan. Sementara Bukayo Saka dan Hector Bellerin dipercaya menempati posisi sayap. Skema ini terbukti ampuh mengantarkan Arsenal meraih kemenangan, setidaknya di laga kontra Watford.

Di sisi lain, The Blues justru mendapatkan kabar rupawan terkait pulihnya winger asal Amerika Serikat, Christian Pulisic. Eks winger Borussia Dortmund itu agaknya akan menggantikan peran Willian, yang merasai cedera ringan. Selain itu, Pulisic akan menemani Olivier Giroud & Mason Mount dalam memimpin gempuran The Blues di laga tersebut.

Namun, seperti halnya Arteta, yang mengincar raihan trofi pertamanya sebagai pelatih Arsenal, tekad serupa juga digaungkan pelatih Chelsea, Frank Lampard. Pada musim debutnya sebagai pelatih The Blues, eks kapten Chelsea itu mengantarkan tim asal London Barat finis pada empat besar dan tampil dalam Liga Champions musim depan. Tetapi, prestasi itu belum cukup, Lampard berniat membawa pulang trofi dalam musim debutnya menangani The Blues.

”Ambisi saya dalam sini adalah meraih kesuksesan bersama-sama tim ini. Musim ini ialah musim yang sulit, tapi alhasil kami bisa finis di 4 besar. Namun, kami masih memiliki laga yang besar pada akhir pekan ini. Kami telah memiliki semangat yang tepat dalam awak ini. Tantangannya sekarang adalah menutup musim ini dengan apik, dan meningkatkan performa kami pada musim depan, ” kata eks penyuluh Derby County itu seperti dilansir Express. Jumat (31/7).

The Blues memang tidak mampu dianggap sepele. Keberhasilan menyingkirkan Manchester United, yang dianggap tengah berharta dalam tren performa apik, menjadi catatan tersendiri buat performa The Blues. Dalam laga di babak semifinal tersebut, Chelsea sukses menutup United, 3-1, pertengahan bulan berarakan. Pun rekor apik The Blues dengan torehan sembilan kemenangan pada 10 laga terakhir di arena Piala FA.

Selain itu, laga yang akan digelar tanpa kehadiran penonton di Stadion Wembley tersebut akan menjadi sesi baru rivalitas antara kedua awak asal London tersebut, terutama di persaingan antara dua pelatih dengan merupakan mantan gelandang andalan masing-masing klub, Mikel Arteta dan Frank Lampard.