Ia mengingatkan semua pihak untuk mendukung upaya pengusutan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib mendukung tindakan tegas Kapolri Jendral Pol Idham Azis dan Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo terhadap oknum yang tersangkut peristiwa Djoko Tjandra.

“Kami mengapresiasi Kapolri dan Kabareskrim dengan melakukan aksi cepat terhadap perseorangan serta membentuk tim gabungan buat mengusut kasus Djoko Tjandra, ” ujar Natsir di Jakarta, Ahad (27/7).

Menurut Natsir, langkah cepat yang dilakukan oleh Kapolri dan Kabareskrim menunjukkan komitmen kepolisian untuk memelihara nama baik institusi penegak asas.

“Ini menunjukkan tidak ada ruang bagi kejahatan meski oleh jenderal meskipun. Semoga ini dapat ditindaklanjuti secara mengusut tuntas kasus Djoko Tjandra. Penegakan hukum harus diterapkan tanpa pandang bulu dan keadilan sebagai panglima tertinggi, ” katanya.

Natsir juga mengingatkan semua pihak untuk menunjang upaya pengusutan yang dilakukan era ini oleh kepolisian. Ia meminta semua pihak untuk tidak melaksanakan gerakan-gerakan yang justru memperkeruh serta mengaburkan persoalan.

“Saat ini kita kudu mendukung Kapolri dan Kabareskrim membersihkan institusinya dari oknum-oknum yang mencoreng nama baik kepolisian. Namun saya melihat di luar ada dengan mencoba melakukan gerakan-gerakan tambahan, semacam aksi demonstrasi, pernyataan sikap, ataupun gerakan liar lainnya. Saya menemui gerakan-gerakan itu justru mengaburkan fokus persoalan, ” katanya.

Natsir menduga tersedia yang ingin melakukan kampanye hitam dan menggoreng persoalan Djoko Tjandra untuk mendiskreditkan Kapolri dan Kabareskrim.

“Saya tidak mau berpraduga, namun sepatutnya ada gerakan-gerakan yang ingin melangsungkan black campaign, padahal tim gabungan yang dibentuk kepolisian saat tersebut sedang menjalankan pengusutan. Jadi saya rasa gerakan-gerakan tambahan harus dihentikan. Kita berikan kepercayaan penuh pada Kapolri, Kabareskrim, dan tim ikatan untuk melakukan pengusutan, ” kata pendahuluan dia.