Menekan impor bisa dengan percepatan pembangunan infrastruktur kilang dan jargas.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif resmi melantik Tutuka Ariadji sebagai Direktur Jenderal Patra dan Gas Bumi Kementerian ESDM. Tutuka diharapkan mampu menekan memasukkan Bahan Bakar Minyak (BBM) & Liquified Natural Gas (LPG) demi meringankan beban devisa negara ke depan.

“Ini bisa dilakukan dengan percepatan pembangunan infrastruktur kilang dan jaringan udara, serta pemanfaatan Energi Baru Terbarukan secara masif, seperti biodiesel dan Dymetil Eter (DME), ” cakap Arifin, Sabtu (7/11).

Selain itu, Arifin mengharapkan Dirjen Migas baru mampu melahirkan beberapa program strategis migas. Lupa satunya, program jangka panjang yang menjadi perhatian utama Arifin merupakan pemenuhan target produksi siap berniaga (lifting) minyak sebesar satu juta barel per hari pada tarikh 2030.

Tumpuan ini bisa dicapai melalui melindungi tingkat produksi eksisting yang agung, transformasi sumber daya ke buatan, menggunakan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan melakukan eksplorasi secara murni. “Rata-rata realisasi lifting migas sampai dengan September 2020 sebesar satu. 712 MBOPED atau 100 psrsen dari target APBN-P, ” nyata Arifin.

Kebijakan lain dengan tak kalah penting adalah implementasi penyesuaian harga gas bumi sebagai upaya peningkatan pemanfaatan gas di negeri. “Semoga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya bertarung nasional, ” harap Arifin.

Sebagai informasi, Tutuka memiliki dasar pendidikan yang kuat di bidang teknik perminyakan dan pertambangan. Ia juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Ikatan Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI). Terakhir ia sempat menjadi pemimpin umum Guru Besar ITB sebab tahun 2016 sampai 2019.