Penghapusan itu memungkinkan ganja digunakan untuk pengobatan di Thailand.

REPUBLIKA. CO. ID,   BANGKOK — Institusi Pengawas Narkotika Thailand memutuskan buat menghapus tanaman ganja dari daftar narkotika kategori 5. Sehingga era ini ganja dimungkinkan untuk digunakan lebih luas seperti pengobatan

Dilansir dari kantor berita Bernama pada Minggu (29/11), Sekretaris Kementerian Kesehatan Thailand Kiarttiphum Wongjit dan Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Obat dan Sasaran Thailand Paisan Dankhum mengeluarkan keputusan bersama.

Bahwa, Badan Pengawas Narkotika memutuskan menghilangkan daun, batang, batang dan akar tanaman ganja tercatat Kancha dan Kanchong dari jadwal narkotika. Penghapusan ini untuk menggelar jalan bagi lebih banyak kanal menggunakan ganja bagi keperluan medis serta di industri tekstil, kosmetik dan farmasi.  

Tanaman ganja akan dipromosikan sebagai tanaman perdagangan baru. Keputusan ini diambil setelah dewan rakyat Thailand, Food and Drug Administration (FDA) mengajukan rencana peraturan menteri kepada Menteri Kesehatan tubuh untuk ditandatangani. Rancangan peraturan menteri menetapkan bahwa tanaman ganja, yang secara resmi diizinkan untuk tumbuh atau diekstraksi di Thailand tak lagi dianggap sebagai narkotika bagian 5.

Baik demikian, hanya badan pemerintah & perusahaan komunitas yang bekerja secara badan pemerintah yang dapat memendam ganja. Mereka juga harus meminta izin dari FDA. Adapun penggunaan ganja untuk kesenangan pribadi masih ilegal.