IHRAM. CO. ID, JAKARTA — Sebanyak 205 penghafal Alquran atau hafiz mengikuti seleksi seleksi calon pemimpin. Mereka nantinya akan bertugas pada Uni Emirat Arab (UEA).

“Total tersedia 205 peserta yang mendaftar serta terverifikasi memenuhi persyaratan, ” sirih Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin melalui pesan terekam kepada Republika , Senin (9/11).

UEA telah menetapkan kriteria imam yang dipersyaratkan. Calon imam harus hafal Alquran 30 juz, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu tajwid (teori dan praktek), serta memiliki suara yang fasih dan lembut.

“Calon imam memungkinkan berkomunikasi dalam bahasa Arab, ” ujarnya.

Ia menerangkan, kriteria lainnya yang dipersyaratkan adalah memahami hukum fikh, memiliki adicita yang jernih, tidak tergabung pada partai politik, serta memahami retorika dakwah dan mampu berkhutbah. Peserta juga harus memiliki akhlak yang baik serta berfaham Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Manhaj Wasathiyah.

“Peserta harus menyiapkan dokumen ke luar jati, sudah berkeluarga atau umur sedikitnya 25 tahun, para imam yang lulus seleksi akan bertugas di UEA mulai tahun 2021 semasa tiga tahun, ” ujarnya.

Ia menerangkan, penyelenggaraan seleksi calon imam luar negeri bagian dari implementasi kerja sama dengan bertujuan memperluas dan memperkuat ikatan Indonesia dan UEA. Calon imam masjid ini akan diproyeksikan sebagai duta bangsa Indonesia dan hero devisa karena mereka akan main sebagai imam di UEA.

Kamaruddin berharap ke aliran program ini dapat dilaksanakan, bukan hanya saja bekerjasama dengan UEA, tetapi juga dengan Negara Timur Tengah lainnya. Dewan juri seleksi calon imam masjid luar jati di antaranya Direktur Penais Kemenag Juraidi, KH Muhsin Salim, KH Ilhamuddin Qosim, KH Luthfi Fathullah, serta Udin Saefuddin.

Pilihan calon imam masjid luar jati ini dibagi dalam dua periode. Tahap pertama berlangsung di Jakarta pada 8 – 10 November 2020. Di tahap ini diikuti 90 peserta. Tahap kedua hendak diikuti 115 peserta dan jalan dilaksanakan setelah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional di Sumatera Barat.