IHRAM. CO. ID, —   Kementerian Pariwisata Israel berinisiatif untuk menetapkan kota Eilat serta kawasan Laut Mati sebagai “pulau pariwisata hijau”. Keputusan ini sudah disetujui pada hari Ahad kemarin dalam rapat kabinet.

Taat garis besar, kabinet sewaktu oandemi virus corona memang akan diizinkan untuk mendeklarasikan kota Eilat dan kompleks hotel yang mengelilingi Bahar Mati itu sebagai ‘kawasan wisata khusus’. Nantinya skitar 30 tip hotel di sana   memungkinkan untuk dibuka secara mematuhi pedoman protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

  Pada tahap selanjutnya, secara lebih bertahap, undang-undang yang hendak diberlakukan akan memungkinkan pembukaan bertambah banyak bisnis di daerah tersebut, yang akan melayani tamu hotel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelaskan keputusan tersebut selama rapat kabinet. Tempat mengatakan bahwa sejumlah besar pariwisata Israek terkonsentrasi di sana. “Kami telah membuat pengaturan khusus buat mereka karena mereka terpencil, itu terpisah. Ini adalah pengumuman dengan sangat penting bagi penduduk. Daerah ini, dan juga untuk warga Israel, yang ingin pergi ke tempat-tempat wisata yang ditentukan serta aman. ”

Dasar pemikiran pertimbangan hukum pembukaan kembali wisata di kian bertumpu pada dua pertimbangan istimewa:

Baru, kesehatan – Keunikan Laut Beku memungkinkan adanya ‘kawasan steril’ wadah berkumpulnya wisatawan yang negatif COVID-19, sehingga meminimalkan risiko penyebaran virus. Kompleks ‘Dead Sea Hotels’ tak memiliki populasi lokal, yang jadi bersentuhan dengan tamu hotel. Istimewa geografis kota Eilat dan keterpencilannya yang relatif dari kota-kota terdekat juga memberikannya status ‘pulau wisata’ ini membuat memungkinkan orang buat memantau jalan masuk ke praja itu.

Kedua, Kebutuhan ekonomi:   Negeri hotel Eilat dan Laut Asal memiliki mata pencaharian yang dekat eksklusif dari pariwisata dan bisnis hotel. Penerapan keputusan tersebut diharapkan dapat mengurangi pengangguran di Eilat dan Laut Mati, serta adalah bagian dari rencana untuk meremajakan industri pariwisata yang rusak pelik akibat krisis virus corona.

Sementara itu, Walikota Eilat Meir Yitzhak Halevi mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah pemberitahuan bila pihaknya berharap pada simpulan minggu ini, RUU, yang dibangun di atas fondasi program Magen Eilat yang dirumuskan oleh Praja Eilat, akan disetujui Knesset (parlemen Israel).

“Setelah itu kita dapat mempersiapkan untuk membuka kota Eilat di kawasan wisata termasuk hotel, atraksi, restoran dan perdagangan. Semua ini untuk kebaikan masyarakat Eilat, perekonomiannya dan tamasya warga Israel yang ingin datang dan liburan di dalamnya, ” tegasnya.