Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Nikah menjadi dambaan banyak pria dan wanita yang saat ini masih berstatus lajang atau yang kita kenal dengan jomlo. Tidak sedikit para jomlo, terutama pria, sebenarnya sudah ingin menikah. Hanya saja beberapa kendala seperti kurangnya simpanan untuk resepsi hingga mahar menghambat niat mereka.

Khusus untuk mahar nikah, Agama Islam sudah mengatur hukum seputar mahar bagi umatnya. Berikut beberapa hukum mahar dalam Islam:

1. Disunnahkan meringankan mahar

Banyak pria lajang mengaku keberatan untuk memenuhi permintaan mahar dari keluarga perempuan. Apalagi jika sudah menyangkut mahar uang atau perhiasan dengan harga berpuluh juta. Padahal Nabi Muhammad SAW menaikkan agar pihak perempuan meringankan maharnya untuk keberkahan pernikahan yang gembung.

Dalam riwayat Ahmad,

ﺇِﻥَّ ﺃَﻋْﻈَﻢَ ﺍﻟﻨَّﻜَـﺎﺡِ ﺑَﺮَﻛَﺔً ﺃَﻳَْﺴَﺮُﻩُ ﻣُﺆْﻧَﺔً

“ Pernikahan yang memutar besar keberkahannya ialah yang memutar mudah maharny a. ”

Mahar nikah untuk putri-putri nabi hingga saat meminang istrinya juga diriwayatkan Mutafaq ‘alaih hanya berkisar 400-500 dirham selalu atau Rp 2 juta saat ini.

2. Disunnahkan biar disebutkan waktu akad

3. Mahar boleh berupa benda-benda yang bernilai harta, lagi mubah yang nilainya lebih dari seperempat dinar, berdasarkan hadist Rasulullah, ” Cariah sesuatu sebagai mahar walau berupa cincin besi . ”

4. Boleh dibayar tunai atau ditangguhkan beberapa atau seluruhnya sampai waktu tertentu.

Hanya saja sepantasnya memberikan sesuatu terlebih dahulu pra menggauli istri. Ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’i bahwa nabi meminta Ali bin Abi Thalib biar memberikan maharnya kepada Fatimah sebelum menggaulinya. Ketika itu Ali menanggapi, “Saya tidak punya apa-apa, ” kata Ali. Nabi lalu bertanya, “Di mana baju besimu?, ” kemudian Ali memberikan baju besinya kepada Fatimah.

5. Mahar menjadi tanggungan pada waktu akad dan wajib dibayar masa berhubungan badan. Bila istri dicerai sebelum hubungan badan, gugurlah separuhnya.

Allah berfirman di Al-baqarah 237 yang artinya:

Bila awak cerai mereka sebelum berhubungan awak dan telah kamu tentukan maharnya, maka bagi mereka separuh yang telah kamu tentukan . ”

6. Bila suami meninggal sebelum menggauli istrinya & setelah berlangsungnya akad, istri berhak menerima warisan dan mahar penuh bila mahar tersebut telah disebutkan jumlahnya pada waktu akad. Namun bila maharnya belum ditentukan, maka istri berhak mendapatkan mahar sebesar mahar wanita yang sederajat dengannya dan wajib atasnya menjalani era iddah.