Tarif yang dikenakan untuk rapid test antigen di KAI Rp 105. 000.

REPUBLIKA. CO. ID,   PURWOKERTO — PT KAI Daop 5 mewajibkan warga yang melakukan perjalanan menggunakan KA jarak jauh untuk memiliki surat keterangan hasil rapid test antigen dengan hasil negatif Covid-19. Ini menyusul terbitnya Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tarikh 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Natal serta Tahun Baru 2021 serta Surat Edaran Kemenhub Nomor 23 Tahun 2020 tentang hal serupa.

“Semua calon pengikut yang sudah memiliki tiket MORAL, wajib melakukan rapid test antigen secara hasil negatif. Surat keterangan tersebut, berlaku selambat-lambatnya 3 hari sebelum waktu keberangkatan, ” jelas Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Eko Budiyanto, Selasa (22/12).

Untuk menfasilitasi calon penumpang, dia menyebutkan, PT KAI Daop 5 juga mau menyediakan layanan rapid test antigen untuk para calon penumpang. Untuk sementara, layanan ini sudah disediakan pada Stasiun Purwokerto.  

“Namun dalam waktu dekat, kita juga menyediakan layanan tes antigen di Stasiun Kroya serta Kutoarjo, ” jelasnya.

Untuk sementara, layanan rapid test antigen hanya disediakan bagi 100 pelanggan bola lampu hari pada hari biasa. Sedangkan pada akhir pekan ( week end ), petugas melayani 150 pelanggan per hari.

“Tarif pemeriksaan rapid test antigen ini, sama dengan layanan dalam stasiun lain sebesar Rp 105. 000. Sedangkan waktu pelayanan, dimulai sejak pukul 08. 00-16. 00 pada hari biasa, dan pukul 08. 00-17. 00 pada simpulan pekan, ” katanya.

Terpaut kebijakan ini, dia juga meminta agar calon penumpang bisa melayani pemeriksaan sehari atau dua hari sebelum waktu pemeriksaan. Hal ini mengingat proses pelayanan rapid test antigen, memakan waktu lebih lama dibanding rapid test antibodi.

Dia berharap, dengan adanya layanan rapid test antigen di stasiun, pelanggan yang berangkat dari stasiun Purwokerto dan stasiun lain di wilayah Daop 5, akan lebih mudah memenuhi persyaratan melakukan perjalanan dengan KA. Terlebih karena tarif yang ditetapkan pada layanan rapid test antigen ini, jauh lebih murah dibanding layanan lainnya.

Adanya kewajiban memenuhi persyaratan antigen bagi calon penumpang KA ini, dikeluhkan kalangan pelanggan MORAL. Firman (28), seorang warga Kalimanah Purbalingga yang biasa melakukan kunjungan Bandung-Purwokerto PP dengan menggunakan MORAL, mengaku perubahan aturan dari urusan rapid test antibodi menjadi antigen, menimbulkan biaya perjalanan yang dikeluarkan menjelma lebih banyak.

”Saya kembali pergi dari Bandung-Purwokerto untuk meninjau istri di rumah, selalu menggunakan KA karena mudah mabuk masa menggunakan angkutan bus atau travel. Sedangkan KA yang saya gunakan, adalah KA Serayu yang nilai tiketnya hanya Rp 63. 000, ” jelasnya.

Pada zaman PT KAI mengenakan persyaratan rapid tes antibodi, dia hanya menaikkan biaya Rp 85 ribu buat pemeriksaan rapid test , dan bisa berlaku untuk 14 hari. ”Tapi dengan penyeliaan antigen, saya harus mengeluarkan beban lebih besar, Rp 105 ribu yang hanya berlaku untuk 3 hari. Jadi untuk perjalanan kembali pergi, saya harus selalu melangsungkan pemeriksaan antigen yang ongkosnya garib, ” katanya.  

Dia berharap, kebijakan ini hanya berlaku pada masa libur akhir tahun saja. Sedangkan pada masa-masa sesudahnya kembali pada kebijakan lama jadi tidak terlalu memberatkan penumpang MORAL.