Pada musim mudik tarikh ini pengguna transportasi ijmal diprediksi akan turun 41 persen

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengantisipasi adanya pergerakan penumpang saat mudik Idul Fitri 2021. Menteri Pertalian Budi Karya Sumadi mengutarakan Kemenhub memprediksi penurunan total penumpang baik transportasi ijmal atau kendaraan pribadi dalam masa mudik tahun itu.  

“Angkutan pribadi diprediksi juga akan menurun pada 2021 karena ada kebijakan PPKM tapi kami akan memantau, ” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Selasa (16/3).  

Buat angkutan transportasi umum, Kemenhub memprediksi pada mudik tarikh ini akan turun 41 persen dibandingkan mudik 2019. Jumlah penumpang angkutan umum pada 2019 mencapai 20, 04 juta orang serta pada 2021 mencapai 11, 89 juta penumpang.  

Selanjutnya, penumpang motor juga diprediksi turun 15 persen dibandingkan 2019. Tatkala menggunaan mobil pribadi melalaikan tol dirediksi pad 2021 turun 13 persen serta melalui jalan nontol mendarat dua persen dibandingkan 2019.  

Meskipun begitu, Budi meyakinkan keputusan untuk mengizinkan pegangan tahun ini bukan wewrnang Kemenhub. “Kemenhub tidak bisa melarang atau mengijinkan pegangan, karena harus dikoordinasikan secara kementeria atau lembaga terpaut dan Satgas Covid-19, ” jelas Budi.  

Budi memasukkan, untuk mengantisipasi adanya pengikut pada masa mudik lebaran tahun ini akan menerapkan protokol kesehatan dan tracing secara ketat. Budi mengatakan, tengah mengkonsultasikan dengan pihak-pihak terkait untuk memperketat kondisi perjalanan, yaitu dengan mempercepat masa berlaku alat skrining Covid-19 seperti Genose, rapid test, dan PCR.