KKSB bakar helikopter milik PT Ersa Eastern Aviation.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) membakar kepala unit helikopter di Bandar Udara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Ahad (11/4) malam. Aparat TNI-Polri saat ini masih memburu kelompok dengan melakukan aksi tersebut & menyatakan akan menindak tegas.

“Saat ini TNI-Polri masih memburu kelompok ini dan kami akan menindak kasar KKB yang melakukan kesibukan brutal di Ilaga, ” ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, dalam siaran pers, Selasa (13/4).

Helikopter yang dibakar KKSB itu merupakan helikopter hak PT Ersa Eastern Aviation. Menurut Suriastawa, hal itu menambah daftar aksi teror KKSB setelah sebelumnya melayani penyanderaan terhadap pilot berkebangsaan Selandia Baru pada kamar lalu.

“Ini merupakan aksi teror KKB yang kesekian kalinya terhadap dunia penerbangan di Papua, terakhir bulan lalu itu menyandera pilot yang berkebangsaan Selandia Baru, ” jelas dia.

Berdasarkan informasi dari pihak PT Ersa Eastern Aviation, helikopter yang dibakar KKB ialah helikopter rusak, tidak laik terbang, dan dalam cara perbaikan. Meski begitu, Suriastawa menyebut tindakan itu adalah aksi keji yang dilakukan KKSB untuk mengganggu negeri penerbangan, di mana akses ke Ilaga Puncak cuma bisa dilakukan dengan udara udara.

“Setelah melakukan aksi teror di dunia pendidikan, KKSB balik melakukan aksi teror dalam dunia penerbangan, ” prawacana dia.

KKSB beberapa waktu lalu sempat menyandera pesawat PT Asi Pudjiastuti Aviation, Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY, pada Lapangan Terbang Wangbe, Provinsi Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua. Pilot pesawat tersebut, Kapten Ian John Terrence Hellyer mengungkapkan, pesawat disandera selama dua jam oleh 30 orang KKSB.

“Kami telah mendapat masukan informasi adanya penyanderaan udara selama dua jam pada Pelabuhan udara Wangbe, Kabupaten Puncak, ” ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, saat dikonfirmasi, Sabtu (13/3).

Suriastawa mengatakan, penyanderaan berakhir setelah dilakukan negosiasi jarang penumpang dengan pihak KKSB. Baru ekitar pukul 08. 36 WIT pesawat Susi Air PK BVY mampu lepas landas menuju Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin, Timika, Papua, dan mendarat dengan aman.

“Meskipun tidak terjadi target, namun kejadian ini membuktikan aksi teror KKSB dalam wilayah Papua, termasuk teror terhadap aktivitas penerbangan biasa. Dan kami selalu berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian” kata dia.

Sementara itu, Ian selaku pilot pesawat tersebut mengungkapkan, dia dan tiga penumpang warga Papua sempat disandera oleh sekitar 30 karakter KKSB selama dua tanda di Lapangan Terbang Wangbe, sekitar pukul 06. 20 WIT. Tiga orang pengikut merupakan warga asli Papua, yakni Ricky Dolame, Arikala Dolame, dan Arike Wandikbo.

Berdasarkan data pilot berkewarganegaraan Selandia Hangat itu, dua di jarang puluhan KKSB tersebut mendatangkan senjata laras panjang. Semasa disandera selama dua jam itu, walaupun merasa khawatir akan keselamatannya karena sempat ditodong senjata, pilot & tiga penumpang tidak merasai tindak kekerasan.

Saat disandera, KKSB sempat mengancam agar pesawat kongsi Susi Air dilarang mendatangkan penumpang aparat TNI/Polri. Selain itu, KKSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan kepala negeri karena tidak memberikan derma desa.

Lapangan terbang Wangbe di Kabupaten Puncak berjarak 43 km dari Sinak, Papua, atau 48 km dari Sugapa, Papua. Di daerah tersebut belum terdapat jaringan telepon dan internet.