Tugas KPAI adalah pengawasan dan melaporkan kalau ada ketimpangan.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan dokumen penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (10/9). Penghargaan itu diberikan lantaran Polres Metro Jakarta Barat merespon segera beberapa kasus kejahatan dan pencabulan anak di bawah umur.

Komisioner Bidang Anak Berhadapan secara Hukum KPAI, Putu Elvina mengatakan, pihaknya dengan Polres Metro Jakarta Barat selalu berkoordinasi apabila ada kasus yang berhubungan anak dibawah umur. Terakhir, kasus penculikan budak di bawah umur berinisial F (14 tahun) yang dibawa kabur oleh Wawan Gunawan (41) ke Sukabumi, Jawa Barat.  

“Makanya, lantaran kasus terakhir di situ, pada saat kasus diuraikan, KPAI sudah menyembul di awal, Dinsos, P2TP2A serta kita titipkan di rumah budak, dan nggak mungkin di sendi orangtuanya, ” ujar Elvina, dalam Aula Gedung KPAI, Kamis (10/9) siang WIB.

Bahkan, F masih menegasikan untuk pulang ke rumahnya karena merasa tidak nyaman berada di rumah. Oleh karena itu, F masih berada di rumah aman KPAI sampai kondisi fisiknya stabil.

“Karena KPAI tak hanya menjalankan fungsi sosialisasi, karena itu dilakukan sebab lembaga lain. Tugas KPAI pada UU Perlindungan Anak salah satunya adalah pengawasan dan melaporkan kalau ada ketimpangan, menerima pengaduan masyarakat dan advokasi dan sebagainya, ” ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru mengatakan, pihaknya ngerasa terhormat mendapatkan penghargaan dari Premi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Tentunya yang kita jalankan adalah tugas kita, sehingga kita mendapatkan pernghargaan. Tentu kita sangat menghargai paresiasi, ” ujar Audie.

Audie melanjutkan, pihaknya sangat konsentrasi dalam kasus kedurjanaan terhadap anak. Sebab, anak-anak dilindungi oleh hukum dan tidak boleh terlibat kekerasan apalagi menjadi korban kekerasan.

“Baik anak menjadi pelaku atau korban itu dampaknya sama sekadar karena mengarah ke masa pendahuluan anak, ” kata dia.