Limbah itu susah hilang, karena itu menetapkan perlakuan khusus

REPUBLIKA. CO. ID,   TANGERANG — Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mengingatkan bagi siapapun yang membuang limbah radioaktif atau limbah nuklir secara sembarang akan berhadapan dengan proses hukum yang berlaku. Pasalnya, pemanfaatan nuklir memiliki prosedur yang ketat dan telah diatur secara hukum.

“Limbah ini susah hilang, karena itu perlu perlakuan khusus, maka ketika orang buang sejenis saja di tempat publik, maka proses hukum dikedepankan, ” cakap Bambang saat menanggapi ditemukannya limbah radioaktif di lahan wilayah Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan yang baru saja dinyatakan berstatus clearance oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) kemarin, Kamis (22/10).

Diketahui, pada konteks penegakan hukum terhadap urusan di Perumahan Batan Indah, Bapeten telah bekerjasama dengan Bareskrim Polri dalam rangka penyelidikan dan penyidikan terhadap kemungkinan adanya pelanggaran kepada ketentuan PUU ketenaganukliran. “Dari berita yang saya terima, pihak dengan membuang semoga sudah diproses sebab polisi karena membuang limbah radioaktif aturannya sangat ketat. Mungkin level keketatannya sama dengan limbah medis jadi tidak sembarangan, ” perkataan Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyebut kasus penemuan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah menjadi kajian untuk ke depannya. Menurutnya, di hal ini penting untuk menjalankan 2 E, yaitu education dan enforcement. Education maksudnya pemahaman yang perlu diketahui publik bahwa pada satu sisi nuklir memang istimewa bagi kehidupan dan ilmu pengetahuan, misalnya untuk bidang kesehatan dan pertanian, namun di sisi lain harus diawasi karena limbahnya harus ditangani dengan benar.

“Ketahuan kapan jadi limbah, dan limbahnya harus diapain. Tak bisa seperti barang pada umumnya, yang dibuang ke tong sampah, ” serunya.

Adapun, enforcement berarti adanya konsekuensi asas dari ketidakberjalanan manajemen nuklir yang semestinya. Bambang menegaskan, jalur kaidah tentu bakal diterapkan jika berlaku pelanggaran. “Orang yang pakai akan tetapi buangnya tidak benar, maka harus ada law enforcement ke penegak hukum yang berwenang, ” terangnya.

Dia menambahkan bahwa hal itu untuk menjelma pelajaran bagi siapapun bahwa penggunaan nuklir tidak sembarangan karena sekecil apapun tetap berbahaya. “Kita harapkan adanya penegakan hukum yang erat terhadap siapapun yang melanggar protokol tentang pembuangan limbah radioaktif, ” tegas Bambang. Eva Rianti