Mufti Malaysia sebut vaksinasi Covid direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko

REPUBLIKA. CO. ID, KUALALUMPUR–Banyaknya cendekiawan Muslim yang mendorong umat buat menggunakan vaksin Covid-19, membuat para pemimpin agama di Malaysia juga bersuara. Ulama Malaysia juga menekankan vaksinasi Covid-19 direkomendasikan untuk orang-orang yang berisiko demi mencegah penyaluran pandemi.

“Seperti yang kita ketahui, tidak ada undang-undang khusus yang mewajibkan vaksinasi (Covid-19). Jadi kita harus hidup dalam kerangka hukum, ” terang Mufti Wilayah Federal Dr. Luqman Abdullah mengatakan kepada Bernama dilansir daripada About Islam, Kamis (17/12).

“Vaksinasi itu ‘harus’ (dalam Islam), tetapi harus didorong atas petunjuk Kementerian Kesehatan bahwa perlu untuk memutus penyebaran pandemi Covid-19, ” tambahnya.

Luqman menyebut langkah vaksinasi diperlukan untuk memelihara kehidupan agar terhindar dari urusan serupa atau yang lebih membatalkan.   “Jika vaksinasi tidak diprioritaskan, ada kemungkinan adanya penyakit asing yang dikhawatirkan akan membawa urusan serupa seperti Covid-19, ” ujarnya.

Fatwa Malaysia ini sejalan dengan fatwa hukum lainnya yang dikeluarkan oleh umat Agama islam tentang vaksin Covid-19. Di Inggris, British Islamic Medical Association (BIMA) telah mengeluarkan pernyataan yang memerosokkan individu yang berisiko untuk divaksin. Pernyataan posisi BIMA mengikuti diskusi dengan profesional perawatan kesehatan Muslim, cendekiawan Islam, dan badan cabang dari seluruh Inggris.

Di tingkat lain, para sarjana dari beberapa seminari Islam memutar berpengaruh di Inggris telah mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa vaksin Pfizer BioNTech Covid -19 yang baru adalah halal.