SUCI. CO. ID,   JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kebijakan, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam)  Mahfud MD, menyampaikan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan segera menarik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bergandengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu, kata Mahfud,   disampaikan Erick Thohir langsung kepada dirinya terkait kerja sama mengirimkan penceramah  di masjid dan majelis taklim di lingkungan Kementerian BUMN.    

“Menurut Menteri BUMN kepada saya, akan segera dijajaki juga MoU secara Muhammadiyah dan MUI agar ormas-ormas tersebut bisa mengirim penceramah di masjid-masjid dan majelis taklim di lingkungan BUMN, ” kata Mahfud dalam keterangan yang diterima Republika. co. id, Ahad (22/11).  

Masa ini, lanjut Mahfud, MoU hangat dilakukan dengan Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU). ” MoU perdana dilakukan dengan NU, yang lain menyusul nanti, ” ujar Mahfud.    

Mahfud menegaskan, dengan menggandeng berbagai ormas menandakan tidak adanya kesan pilih-pilih ormas. Kerjasama secara berbagai ormas tersebut akan dilakukan secara bertahap.  

Mahfud mengatakan, pemerintah menilai para ulama dan arsitek, penceramah di bawah ormas Agama islam baik itu Muhammadiyah, Nahdlatul Ustaz, maupun ulama-ulama di bawah naungan MUI sangat layak diajak berkerjasama untuk memberikan pencerahan rohani kepada umat.    

Sebelumnya, Kementerian BUMN mengajak peran aktif Pengurus Gembung Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam menjalin kepribadian seluruh karyawan BUMN, terutama kalangan Muslim agar terjadi implementasi akhlak sebagai nilai baru untuk meningkatkan kinerja di setiap perusahaan BUMN.  

Para ulama dari kalangan Nahdliyin akan dilibatkan untuk memasukkan ceramah dan kajian di bermacam-macam masjid yang terdapat di seluruh perkantoran BUMN.    

Kerja setara dalam syiar Islam tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara Kementerian BUMN dan PBNU yang ditandatangani pada September lalu dan meliputi banyak program terkait pemberdayaan sumber daya manusia, optimalisasi peran jalan mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pembinaan masyarakat dan kepalang jawab sosial serta lingkungan.    

Keterlibatan para kiai dan ustadz dari NU untuk mengisi analisis dan ceramah di lingkungan langgar BUMN merupakan bagian dalam pembinaan dan pemberdayaan sumber daya manusia agar sesuai dengan Alquran & sunnah sebagai asas pokok pembentukan jati diri Muslim.    

“Ajaran Islam yang disyiarkan NU sebentuk dengan pencanangan nilai akhlak pada BUMN, yakni bertujuan membangun dan mengembangkan insan masyarakat yang bertakwa kepada Allah, cerdas, terampil, bermoral mulia, tenteram, adil, dan tenteram. Kami melibatkan peran aktif NU agar Islam ramah ala NU dapat mewarnai pemahaman keagamaan di lingkungan seluruh BUMN, ” perkataan Menteri BUMN Erick Thohir pada Jakarta, Kamis (19/11).  

Dalam zaman dekat, kata Erick, para ajengan dan ustadz dari NU bakal menjadi khatib dan imam ibadah sholat Jumat di 22 masjid yang ada di lingkungan kongsi BUMN di Jakarta dan Tangerang

Terekam, ada tujuh masjid di Jakarta Pusat, sembilan di Jakarta Timur, empat di Jakarta Selatan, beserta masing-masing satu masjid di Jakarta Utara dan Tangerang yang menjadi inisiator kerjasama syiar Islam itu. Semua masjid tersebut berada di lingkungan 17 perusahaan BUMN.

“Saya meminta, program ini bisa membentuk seluruh karyawan BUMN memiliki akidah yang benar berdasarkan ilmu, menjadikan Al – quran dan sunnah sebagai pedoman pada memahami tauhid yang sesuai pengetahuan salafush shalih, sekaligus membentengi sebab pemikiran-pemikiran yang menyimpang dalam Agama islam, ” kata Erick.