IHRAM. CO. ID, SINGAPURA — Dewan Agama Islam Singapura (Muis) menyangkal adanya penyalahgunaan kekuasaan, Selasa (15/12). Hal tersebut disampaikan menyusul penyelidikan atas dakwaan yang dibuat terkait Muis yang mengakui badan sertifikasi halal ganjil (FHCB).

Meski serupa itu, untuk kepentingan akuntabilitas dan transparansi, dewan Muis telah merujuk dakwaan tersebut ke Biro Investigasi Praktik Korupsi. Biro investigasi juga akan melakukan peninjauan komprehensif terhadap kerangka pengakuan FHCB-nya.

Tidak hanya itu, lembaga ini juga telah membuat laporan polisi tentang masalah tersebut, karena penyelidikan Muis mengungkapkan kemungkinan informasi resmi telah diungkapkan kepada publik.

Dilansir di Straits Times, Rabu (16/12), FHCB merupakan organisasi yang dianggap Muis memiliki standar serupa dengan miliknya dalam hal sertifikasi halal. Produk yang telah memiliki surat dari lembaga ini, ketika diimpor ke Singapura disebut layak dimakan oleh Muslim.

Organisasi-organisasi ini juga disebut memperoleh ribuan dolar setiap bulannya dengan membebankan biaya kepada eksportir agar produk mereka dikirim ke Singapura dan bersertifikasi halal.

Sejak April, Muis sudah membuat beberapa pernyataan publik jadi tanggapan atas tuduhan outlet berita Asia Sentinel, yang berbasis di Hong Kong. Artikel itu menyebut dewan Muis menunjukkan favoritisme dalam pengakuannya terhadap FHCB.

Poin kunci dari tuduhan tersebut merupakan apakah pengakuan Muis dan penghapusan FHCB dilakukan secara adil serta tidak memihak, dan apakah satu diantara petugasnya menunjukkan bias. Artikel asing di Asia Sentinel serta media daring lainnya telah diterbitkan dengan mengulangi dan melanjutkan tuduhan tersebut.

Pada bulan Juni, Muis telah mengatakan tim investigasi privat, serta panel peninjau independen yang diketuai oleh Abdul Hamid Abdullah, seorang anggota dewan Muis dan pensiunan direktur audit dari Kantor Auditor-Jenderal, telah dibentuk untuk meninjau tuduhan yang ada. Muis lantas mengatakan tuduhan itu tidak berdasar.

“Investigasi telah menjumpai bahwa proses telah dilakukan secara baik oleh Muis. Pengakuan mengikuti penghapusan FHCB dilakukan oleh petugasnya dengan cara yang adil serta tidak memihak. Dengan demikian, tuduhan apa pun yang menuduh penyalahgunaan kekuasaan oleh petugasnya tidak berdasar, ” tulis Muis dalam pernyataannya.

Muis mengatakan penyelidikannya mengungkapkan semua pengakuan, pembaruan maupun penghapusan FHCB telah mengikuti aturan internal yang disetujui. Petugas Muis yang dituduh tidak menyetujui atau menghapus FHCB dilakukan berdasarkan kebijaksanaan pribadinya.

“Ada bukti yang masuk akal dan obyektif untuk menghapus FHCB dan pengesahan yang tepat diperoleh, ” logat dewan.

Meskipun Muis tidak mengungkapkan alasan penolakan ataupun penghapusan FHCB sebagai masalah kebijaksanaan, namun pihaknya memberikan ringkasan bervariasi alasan untuk keputusan tersebut.

Termasuk di dalamnya penggunaan yang tidak lengkap dan dokumen pendukung yang tidak mencukupi sekalipun ada pengingat, penerbitan sertifikat legal kosong, serta proses yang tidak sesuai dengan Syariah.

Muis mengatakan keputusannya untuk melaksanakan peninjauan atas skema pengakuan FHCB adalah tanggapan atas bagaimana pemandangan bisnis halal telah berkembang dengan signifikan. Dewan bermaksud menerapkan perubahan yang timbul dari tinjauan itu pada akhir 2021.

Dalam penyelidikannya, yang mencakup 49 laporan dari FHCB dan bagian masyarakat, Muis menemukan ada peluang informasi rahasia dipublikasikan di jalan. Mereka juga telah membuat keterangan polisi tentang ini.

“Karena Muis menangani masalah lagak buruk pejabat publik yang melahirkan informasi rahasia kepada sumber yang tidak sah dengan sangat khusyuk, Muis telah mengajukan laporan penjaga untuk menyelidiki potensi pelanggaran Undang-Undang Rahasia Resmi dan akan menjemput tindakan disipliner terhadap petugas yang ditemukan berada di melanggar, ” katanya.

Beberapa FHCB yang telah mengajukan diri ke Muis adalah mereka yang sudah dihapus dari daftar. Dewan mengucapkan telah memberikan perincian dasar-dasar penghapusan mereka. Kriteria sertifikasi dari Muis disediakan bagi mereka pada zaman melamar.