IHRAM. CO. ID,   LONDON — Keluarga Jack Merritt dengan tewas ditusuk terdakwa teroris mengugat pemerintah Inggris. Mereka menilai pemerintah gagal melindungi masyarakat dari pelaku penyerangan.

Merritt dengan berusia 25 tahun tewas dibunuh oleh Osman Khan pada 29 November tahun 2019 lalu di Fishmongers’ Hall, London. Saat tersebut Osman bebas usai menjalani azab atas tindak terorisme.

Selain Merrit, seorang perempuan bertanda Saskia Jones yang berusia 23 tahun juga tewas dalam gerak-gerik terorisme tersebut. Khan yang keluar dengan syarat itu menghadiri suatu acara di dekat Jembatan London.

Dalam program Belajar Bersama yang diadakan Cambridge University tersebut, Khan membawa dua pisau dapur dan rompi bom tiruan. Menjelang satu tahun peristiwa penyerbu terjadi ayah Merrit menuduh negeri menggunakan kematian putranya untuk ‘agenda kebencian’ mereka.

Jumat (27/11) the Guardian melaporkan orang tua Jack, yakni Anne dan David, saudaranya Joe dan kekasihnya Leanne O‘Brien mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung. Mereka menggugat Kementerian Kehakiman dan Kementerian Dalam Negeri Inggris dengan bab Undang-undang Hak Asasi Manusia.

“Ketika ia membunuh Jack dan Saskia 29 November 2019, Usman Khan adalah terpidana teroris yang berada dalam perlindungan multi-agensi, ” kata pengacara keluarga Merrit dari firma hukum Hickman and Rose, Kate Maynard.

“Hal ini menimbulkan pertanyaan menghantam asesmen dan pengelolaan resiko yang ditimbulkan Usman Khan, ” tambahan Maynard.

Maynard mengatakan ‘mungkin tindakan atau kelalaian institusi negara atau publik menyebabkan ataupun berkontribusi pada kematian (Jack serta Saskia). Karena itu, tambah Maynard, gugatan ini melibatkan hak untuk hidup yang tercantum dalam pedoman hak asasi manusia Eropa.

Klaim yang berdasarkan Undang-undang Hak Asasi Manusia harus diajukan satu tahun. Artinya, kata Maynard, keluarga Merritt mengajukan kasus mereka pada pekan ini untuk ‘posisi perlindungan mereka’.

“Dalam kasus ini semua lembaga negeri relevan yang secara hukum diwakili dalam gugatan dan sepakat di limitation holiday (batas waktu mengajukan gugatan) selama satu tahun, kecuali, menteri kementerian kehakiman dan dalam jati, ” kata Maynard.

“Cukup disesali, keluarga ini tidak memiliki pilihan lain selain berupaya melindungi posisi mereka dengan mengajukan gugat, di saat mereka harusnya memfokuskan perhatian mereka merayakan kesibukan Jack dalam peringatan kematiannya, ” tambahnya.