Pengelola wisata harus pastikan penerapan PPKM mikro dan membatasi jumlah tamu.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan beroperasinya wisata lokal di dalam daerah aglomerasinya masing-masing di sedang larangan mudik tetap harus dengan penerapan protokol kesehatan tubuh yang disiplin dan saksama.  

Sandiaga Uno menegaskan pemerintah tidak memperbolehkan mudik bagi masyarakat masa libur Lebaran 2021. Kekangan mudik diberlakukan guna menyekat penyebaran dan peningkatan kasus Covid-19 di tanah minuman.

Ia mengucapkan, untuk mengisi waktu liburan masyarakat saat mudik dilarang, maka wisata lokal diperbolehkan dengan protokol kesehatan erat. Sandiaga memohon bantuan dari awak media agar mampu menyampaikan pesan kepada kelompok agar mematuhi dan meluhurkan peraturan pemerintah terkait pembatasan mudik.

“Media diharapkan mampu menyampaikan kepada masyarakat luas, bahwa keputusan pemerintah buat meniadakan mudik agar dihormati dan dipatuhi. Belajar sejak pengalaman mudik tahun awut-awutan dan Nataru (Natal serta Tahun Baru), jumlah pengembangan kasus saat mudik lebaran naik 94 persen dan saat libur nataru menyentuh 70 persen, ” sekapur Sandiaga Uno.

Kemudian terkait wisata lokal lanjut Sandiaga Uno, Kemenparekraf memastikan wisata-wisata lokal harus siap menerapkan protokol yang ketat dan disiplin. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menetapkan penerapan PPKM skala mikro dengan baik, seperti menetapkan kapasitas wisatawan hingga jam operasional destinasi, hal tersebut untuk mengantisipasi mobilitas klub karena tidak melakukan pegangan saat lebaran 2021.

“Kita perlu perkiraan masyarakat saat menghabiskan waktu libur lebaran. Keputusan akhir berada di ranah negeri daerah dan Satgas Covid setempat, jika terjadi penambahan jumlah Covid-19 di kawasan tersebut, keputusan untuk mengunci destinasi wisata ada dalam tangan daerah setempat, ” ujarnya.

Selain itu, Menparekraf Sandiaga Uno juga menyinggung jika dasar penerapan TCA di Bali pada Juni-Juli 2021 masih berjalan sesuai rencana. Pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi serta mendorong akselerasi vaksinasi di Bali yang ditargetkan 2 juta kelompok Bali telah menjalani vaksinasi Covid-19 pada pertengahan 2021.

“Sesuai pedoman Presiden, Bali mendapat preferensi vaksinasi lantaran Bali betul tergantung pada sektor turisme. Alhamdulillah kesiapan dari ukuran vaksin ini sekarang sudah lebih tersedia dan saat ini yang perlu disiapkan vaksinatornya, ” katanya.

Sandiaga mengatakan, vaksinasi yang dilakukan di Bali jadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan rasa tenteram dan nyaman bagi para wisatawan di destinasi memutar favorit.

“Kalau vaksinasi sudah dilakukan, bermanfaat ada satu rasa tenteram dan nyaman bagi wisatawan. Progres pemberian vaksinasi ini tentunya memberikan semangat anyar untuk para pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Bali, ” katanya.