Peresapan bantuan kredit bagi UMKM buat menggerakan roda ekonomi

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG —  Carik Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan Pemprov memerosokkan penyerapan bantuan kredit bagi UMKM untuk menggerakkan kembali roda ekonomi. Inventarisasi UMKM di Jabar kendati akan dilakukan untuk mempermudah perbankan menyalurkan bantuan kredit.

“Kami harus sesegera jadi mengumpulkan data yang dibutuhkan (untuk menyalurkan bantuan kredit pada UMKM), ” ujar Setiawan, Senin (10/8).

Ia mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan sudah menempatkan dana kredit bagi UMKM di sejumlah perbankan, termasuk Bank BJB.

“Kami mengindahkan sebetulnya dari mulai Bank Sendiri, BNI, BRI, bahkan secara spesifik dari Kementerian Keuangan menitipkan anggaran pemerintah di Bank BJB sejumlah Rp2, 5 triliun khusus untuk UKM, ” paparnya.

Saat ini, pertumbuhan rekognisi di Jabar berada di akan rata-rata nasional, yakni 5 tip. Menurut Setiawan, jika penyerapan sandaran kredit bagi UMKM berjalan optimal, hal itu akan mempercepat pemulihan ekonomi, termasuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional.

“Jawa Barat ini kontributor untuk PDRB nasional paling tinggi. Sebab karena itu, kalau Jawa Barat cepat, saya pikir nasional biar akan terangkat dan terbantu. Siap, saya harap penyerapan bantuan pengaruh cepat, ” katanya.

Menurut Setiawan, Pemprov Menjelajahkan akan memberikan pelatihan kepada UMKM tentang pemasaran dan pengembangan daya. Termasuk bagaimana memanfaatkan bantuan rekognisi untuk menggerakkan produksi. Syarat dan ketentuan penyaluran bantuan kredit, sirih Setiawan, akan dipermudah. Kemudian, perbankan juga harus proaktif menyosialisasikan bantuan kredit kepada UMKM-UMKM di Jabar.

“Semua kalender (kredit)-nya sudah ada, tinggal diakses dan itulah yang dimaksud kalau kalau dengan cara proaktif nanti bank-bank yang akan memberikan penyaluran kredit tersebut akan menginformasikan. Oleh sebab itu, proaktif juga dari perbankan menetapkan, ” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua Jawatan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Ia mengatakan, komunikasi dan sosialisasi menjelma kendala dalam penyaluran bantuan kredit kepada UMKM.

“Lebih banyak (kendala) komunikasi, belum banyak yang tahu, sehingga tersebut harus kita lakukan. Komunikasi tersebut menjadi penting supaya paham, sehingga para pengusaha tahu bahwa ada itu (program kredit), ” sebutan Wimboh.

Wimboh membuktikan, UMKM memiliki potensi besar untuk memulihkan ekonomi di Jabar. Sandaran kredit merupakan stimulus agar UMKM berproduksi di tengah pandemi Covid-19.

“UMKM dikasih subsidi, dikasih tambahan modal kerja yang kemarin direstruktur, dan selalu modal kerjanya dijamin oleh pemerintah, ” katanya.