Korban dianggap merekam video yang melecehkan paslon Pilkada Makassar.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya menyebut kesimpulan dendam menjadi latar belakang kasus penusukan terhadap pendukung salah satu pasangan calon wali kota Makassar di Palmerah, Jakarta Pusat. “Korban awalnya melakukan merekam video dengan dianggap video itu melecehkan pada seseorang. Dampak video itu menimbulkan kemarahan yang lain, ” kata Penasihat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mako Polda Metro Hebat di Jakarta, Jumat (13/11).

Walaupun tidak menjelaskan secara dirinci barang apa isi video tersebut, ia mengatakan video tersebut menyinggung kelompok sejak para pelaku itu. “Intinya sekadar dianggap jelekkan salah satu paslon pada pelaksanaan pilkada di Makassar. Kita tidak terkait urusan pilkadanya tapi pidananya ada di Jakarta. Dampak video itu menimbulkan kemurkaan yang lain. Kemudian ada kesibukan, ada momentum debat di salah satu stasiun TV di Jakarta dan momen ini dilaksanakan penusukan, ” tambahnya.

Polda Metro Hebat berhasil meringkus lima tersangka karakter penusukan terhadap pendukung salah mulia pasangan Calon Wali Kota Makassar yang berinisial MM (48). Perkara itu diketahui terjadi di wilayah Palmerah, Jakarta Pusat

Para tersangka yang berhasil diringkus petugas diketahui berinisial F (40) yang berperan sebagai eksekutor, MNM (50) perannya memerintahkan untuk melakukan eksekusi penusukan, S (51), AP (46) dan S alias AR (39) dengan berperan memantau situasi di lapangan.

Namun, simpulan S alias AR akhirnya wafat dunia akibat penyakit bawaan dengan dideritanya. Meski sempat dapat sambung tangan di rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

Masa ini keempat pelaku yang ditahan pihak kepolisian telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Kausa 351 KUHP dan atau Pasal 355 KUHP dan atau Urusan 338 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

sumber: Antara