Satelit diluncurkan 56 tahun lalu diprediksi akan jatih di Samudra Pasifik.

REPUBLIKA. CO. ID, WASHINGTON — Sebuah planet yang diluncurkan NASA atau Institusi Antariksa Amerika Serikat (AS) di 56 tahun lalu akan jeblok ke bumi. Satelit ini menyelidiki magnetosfer Bumi.

Pada Sabtu (29/8), satelit diatur untuk melakukan kepulangan yang berapi-api pada hari Sabtu ketika Orbiting Geophysics Observatory 1 (OGO-1) memasuki kembali atmosfer planet ini. OGO-1 beroperasi hanya kaum tahun setelah diluncurkan pada 1964 hingga misinya secara resmi dihentikan pada tahun 1971. Kemudian melenyapkan hampir setengah abad berulang kala mengelilingi planet kita pada orbitnya yang sangat elips.

“Sementara OGO-1 adalah pesawat kawasan angkasa pertama yang diluncurkan di dalam seri OGO, itu akan menjelma yang terakhir untuk kembali ke rumah karena lima pesawat tempat angkasa lainnya telah membusuk sejak orbit dan dengan aman mengakar kembali ke atmosfer bumi, mendarat di berbagai bagian lautan satelit, ” ujar NASA dalam suatu pernyataan, seperti dilansir Forbes , Sabtu (29/8).

Saat ini, tampaknya gravitasi Bumi akhirnya mengejar OGO-1. Eksperimen sains kuno yang berganti menjadi sampah di ruang angkasa diharapkan mulai masuk kembali ke Bumi selama satu atau perut menit pada Sabtu (29/8) memukul 20: 43. atau 16. 43 ET.

Bill Grey, yang membuat paket perangkat lunak yang digunakan para astronom buat melacak asteroid dan komet pada dekatnya mengatakan bahwa data terbaru menunjukkan satelit lama dapat hadir kembali hampir tepat di tempat Tahiti di Pasifik. Ia mengajukan pengamat langit di French Polynesia untuk menyiapkan kamera, menangkap tanda itu.

Kemungkinan mungil OGO-1 akan muncul ke bidang. Beratnya adalah sekitar 500 kg (1. 102 pon) atau sekitar 40 kali lebih kecil lantaran roket China seberat 20 ton yang membuat kegemparan ketika hadir kembali secara tidak terkendali ke Bumi pada Maret lalu.

“Pesawat ruang angkasa akan pecah di atmosfer dan tidak menimbulkan ancaman bagi Bumi atau siapapun di dalamnya. Ini adalah peristiwa operasional yang normal buat akhir tugaspesawat ruang angkasa, ” jelas NASA.

Meskipun normal bagi satelit untuk menemui ujungnya dengan cara ini, tetapi pengamat langit terhubung kembali dengan OGO-1 tidak biasa. Ketika baru kali ditemukan oleh para astronom, ia salah mengira satelit jadi asteroid dekat Bumi.

Pada tanggal 25 Agustus, Catalina Sky Survey Universitas Arizona, dengan didanai melalui program pertahanan satelit NASA, mengamati apa yang terang seperti benda kecil pada jalur tabrakan dengan Bumi. Sejumlah pengamatan lanjutan dilakukan, di mana pokok tersebut kemudian diidentifikasi sebagai OGO-1.