Pajak yang dikumpulkan untuk merealisasikan pembangunan yang dinikmati masyarakat.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa seluruh pajak yang wajib dibayarkan oleh klub merupakan upaya untuk menjaga negeri agar mampu bertahan di pusat berbagai tekanan termasuk pandemi Covid-19. Pajak yang dikumpulkan digunakan untuk merealisasikan berbagai aspek yang sanggup dinikmati oleh masyarakat mulai dari infrastruktur hingga pendidikan berkualitas.

“Kenapa kita bayar pajak? Itu untuk menjaga Indonesia, kembali lagi ke masyarakat. Kenapa kita beli minum ada pajaknya atau orang tua bekerja membalas pajak? Bukan karena negara mengganggu wali tapi uang itu dikumpulkan agar Indonesia bisa jalan lagi, ” katanya dalam acara daring Kemenkeu Mengajar di Jakarta, Senin (30/11).

Dia menuturkan pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah bertujuan agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar terlebih teristimewa Indonesia merupakan negara berkepulauan sehingga konektivitas menjadi penting. Hingga 2018 telah ada realisasi berbagai pendirian infrastruktur dengan rincian jalan sepanjang 3. 432 kilometer, jalan tol 947 kilometer, jembatan 39, 8 kilometer, dan jembatan gantung 134 unit.

Kemudian jalur kereta api sepanjang 759, 59 kilometer, rehabilitas jalur KAI 413, 6 kilometer, Light Rail Transit (LRT) di Sumatera, Jakarta, dan Jabodetabek, Mass Rapid Transit (MRT), 10 bandara baru, dan pengembangan 408 bandara di kawasan rawan bencana. Selanjutnya, pembangunan jembatan udara untuk menurunkan harga hajat pokok di daerah 3T, 19 pelabuhan, serta delapan pelabuhan dengan hingga saat ini masih pada proses penyelesaian.

Sementara itu, peningkatan kualitas pendidikan dilakukan secara pengembangan infrastruktur telekomunikasi karena pada situasi pandemi sekarang kegiatannya harus berlangsung melalui daring. Ia merinci peta pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring dilakukan sepanjang 2. 275 kilometer untuk Indonesia arah barat, 2. 995 kilometer buat bagian tengah, dan 6. 978 kilometer untuk bagian timur.

“Bagaimana membuat kalian menjadi anak-anak yang pintar. Gara-gara Covid-19 kita harus tinggal di rumah tapi kalian tetap harus belajar jadi kita menggunakan informasi teknologi. Itu semua dibiayai negara, ” ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah turut meningkatkan kualitas SDM meniti perbaikan pelayanan kesehatan seperti menjalankan pemberian vaksin sehingga anak-anak Indonesia menjadi kuat dan tahan dari penyakit.

“Supaya kalian mampu menjadi orang-orang yang nanti lebih besar, lebih pintar dari karakter tua kalian, lebih pintar lantaran generasi sekarang sehingga Indonesia semakin maju, ” tegasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah turut positif masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi menggunakan uang negara yaitu mencuaikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Program PEN meliputi bidang kesehatan Rp 97, 26 triliun, pelestarian sosial Rp 234, 33 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp 65, 97 triliun, dorongan buat UMKM Rp 114, 81 triliun, pembiayaan korporasi Rp 62, 22 triliun, serta insentif usaha Rp 120, 6 triliun.

“Ini semuanya adalah tugas untuk memakai APBN secara baik. APBN itu adalah uang kita jadi namanya uang rakyat Indonesia maka harus dipertanggungjawabkan, ” tegasnya.

sumber: Antara