Pendakian dan berkemah di TNGC yang masuk Kabupaten Kuningan justru kembali dibuka.

REPUBLIKA. CO. ID, MAJALENGKA — Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mengumumkan penutupan kembali penyelenggaraan wisata alam tahap I di Gunung Ciremai yang meresap wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.  

Kepala Balai TNGC, Kuswandono, menjelaskan, penutupan penyelenggaraan wisata alam tahap I itu dilakukan buat menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Majalengka Nomor 556/1154-Disparbud tentang Penutupan Sementara Objek Daya Tarik Wisata dalam Kabupaten Majalengka, tertanggal 4 Agustus 2020.

Selain tersebut, juga mempertimbangkan perkembangan kondisi penyaluran Covid-19 di Kabupaten Majalengka. “Kami lakukan penutupan sementara penyelenggaraan wisata alam tahap I pada bahan wisata alam Balai TN Bukit Ciremai wilayah Majalengka sejak 5 hingga 18 Agustus 2020, ” ujar Kuswandono, melalui Humas BTNGC, Agus Yudhantara, kepada Republika , Sabtu (8/8).

Adapun penyelenggaraan wisata dunia tahap I itu berupa treking dan penyediaan makanan dan minuman. Setelah ditutup pada Maret 2020 akibat pandemi Covid-19, wisata tempat tahap I Gunung Ciremai dengan masuk wilayah Majalengka sempat dibuka kembali pada 27 Juni 2020.

Kuswandono mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi dan menjemput kebijakan lebih lanjut dengan menanggapi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Majalengka.

Sementara itu, bertentangan dengan Kabupaten Majalengka, kegiatan pendakian dan berkemah di kawasan TNGC yang masuk wilayah Kabupaten Kuningan justru kembali dibuka mulai 8 Agustus 2020.

Selain itu, Balai TNGC juga mencanangkan peningkatan kuota kunjungan objek wisata alam TNGC Kabupaten Kuningan yang dibuka pada tahap I, buat kegiatan treking dan penyediaan makanan dan minuman. Yakni, dari catu 30 persen menjadi 50 komisi.